Pertemuan Strategis Pemkot Ternate dan BPJN Malut Bahas Infrastruktur Pertanian hingga IJD

Sebarkan:
TERNATE – Pasca upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Abdul Hamid Payapo selaku Kepala BPJN (Balai Pelaksana Jalan Nasional) Maluku Utara, langsung bergerak cepat menggelar pertemuan strategis dengan Pemerintah Kota Ternate pada Senin (1/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Ternate tersebut bertujuan untuk menyinkronkan program pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Kota Ternate. Langkah taktis ini disambut hangat dan mendapat respons positif langsung dari Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman.

Kepada awak media, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menyampaikan bahwa ada sejumlah poin penting yang dibahas dan disampaikan kepada Plt Kepala BPJN Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo, di antaranya:
  1. Dukungan Infrastruktur Jelang Rakernas JKPI: Pemerintah Kota Ternate meminta dukungan perbaikan infrastruktur jalan nasional di dalam kota. Hal ini guna mendukung pelaksanaan Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang akan dihelat di Kota Ternate pada akhir Agustus 2026 mendatang.
  2. Sinergi Sektor Pertanian: Kolaborasi dengan Pemda untuk penanganan beberapa ruas jalan yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi pertanian sebagai kegiatan strategis nasional.
  3. Usulan Inpres Jalan Daerah (IJD): "Kami juga mengusulkan dari Pemerintah Kota Ternate kepada BPJN Maluku Utara untuk memasukkan beberapa ruas jalan ke dalam Inpres Jalan Daerah (IJD)," ujar Tauhid Soleman.
Di sela-sela pertemuan tersebut, Wali Kota Tauhid Soleman juga turut mengucapkan selamat kepada Abdul Hamid Payapo atas amanah baru yang dipercayakan kepadanya sebagai Kepala BPJN Maluku Utara.

Sementara itu, Kepala BPJN Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo, menjelaskan bahwa momentum hari nasional ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat sinergi pembangunan antara pusat dan daerah.

"Pertemuan sinkronisasi di hari nasional ini merupakan momentum refleksi untuk memperkokoh persatuan nasional, sekaligus menyelaraskan target pembangunan infrastruktur pusat dan daerah, khususnya Kota Ternate dan seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara," ujar Abdul Hamid.

Menurutnya, sinkronisasi program antara BPJN Maluku Utara dan Pemkot Ternate sangat krusial untuk menghindari tumpang tindih anggaran. Sinergi ini juga diyakini mampu mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur dan memastikan pembangunan jalan berjalan selaras dengan tata ruang Kota Ternate.

"Pertemuan ini juga merupakan langkah membuka forum rekonsiliasi data kondisi mantap jalan nasional dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan penanganan jalan di lapangan," tambahnya.

Selain menyelaraskan program fisik, pertemuan tersebut juga membahas manajemen lalu lintas selama masa konstruksi. BPJN meminta dukungan Pemkot Ternate untuk menyiapkan jalur alternatif secara matang saat perbaikan jalan berlangsung. Langkah antisipasi ini dinilai penting untuk mencegah kemacetan parah di area perkotaan serta di Kecamatan Pulau Ternate yang wilayahnya hanya memiliki satu jalur utama.

Di akhir keterangannya, Abdul Hamid menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan infrastruktur terbaik bagi masyarakat.

"Koordinasi ini guna memastikan jalan nasional dan jalan kota terhubung dengan mulus untuk kelancaran mobilitas warga dan logistik," pungkasnya.

Editor Redaksi MakianoPost
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini