
TERNATE – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo, memimpin langsung inspeksi detail ke sejumlah ruas jalan dan jembatan nasional di wilayah Maluku Utara pada Rabu (3/6/2026) siang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari Manajemen Pemeliharaan Jembatan Rutin dan Khusus guna menjamin keselamatan warga serta para pengendara yang melintas.
Salah satu titik krusial yang menjadi fokus pengecekan adalah Jembatan Sungai Akelamo yang terletak di Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, infrastruktur yang telah berdiri cukup lama ini mengalami kerusakan serius pada pelat lantai landasan jembatan yang sebagian sisinya telah bolong.

Kepada awak media, Abdul Hamid Payapo menjelaskan bahwa pengecekan ini sangat penting mengingat rute Sofifi – Payahe – Weda – Sagea merupakan jalur logistik utama. Jalur tersebut setiap hari padat dilalui oleh truk-truk besar berkekuatan tonase tinggi untuk kepentingan operasional industri pertambangan di Halmahera Tengah.
"Kegiatan rutin ini guna kita pastikan seluruh fasilitas jalan dan jembatan nasional pada sejumlah ruas Maluku Utara aman untuk dilalui warga dan para pengendara," ujar Abdul Hamid.
Ia menambahkan, tingginya intensitas kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) yang melintas setiap hari menjadi pemicu utama yang mempercepat laju kerusakan struktur jembatan yang memang sudah berumur.
Kerusakan pada lantai jembatan tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi membuat ban truk terperosok dan merusak sasis jembatan. Lebih jauh lagi, Abdul Hamid memperingatkan bahwa kerusakan pada sejumlah item ini dapat menurunkan kapasitas dukung beban (load-bearing capacity) jembatan secara drastis, sehingga berisiko memicu kegagalan struktur atau runtuh.
Salah satu titik krusial yang menjadi fokus pengecekan adalah Jembatan Sungai Akelamo yang terletak di Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, infrastruktur yang telah berdiri cukup lama ini mengalami kerusakan serius pada pelat lantai landasan jembatan yang sebagian sisinya telah bolong.

Kepada awak media, Abdul Hamid Payapo menjelaskan bahwa pengecekan ini sangat penting mengingat rute Sofifi – Payahe – Weda – Sagea merupakan jalur logistik utama. Jalur tersebut setiap hari padat dilalui oleh truk-truk besar berkekuatan tonase tinggi untuk kepentingan operasional industri pertambangan di Halmahera Tengah.
"Kegiatan rutin ini guna kita pastikan seluruh fasilitas jalan dan jembatan nasional pada sejumlah ruas Maluku Utara aman untuk dilalui warga dan para pengendara," ujar Abdul Hamid.
Ia menambahkan, tingginya intensitas kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) yang melintas setiap hari menjadi pemicu utama yang mempercepat laju kerusakan struktur jembatan yang memang sudah berumur.
Kerusakan pada lantai jembatan tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi membuat ban truk terperosok dan merusak sasis jembatan. Lebih jauh lagi, Abdul Hamid memperingatkan bahwa kerusakan pada sejumlah item ini dapat menurunkan kapasitas dukung beban (load-bearing capacity) jembatan secara drastis, sehingga berisiko memicu kegagalan struktur atau runtuh.

Langkah Strategis dan Analisis Teknis BPJN
Sebagai langkah preventif dan tindak lanjut pasca-inspeksi, BPJN Maluku Utara telah menyiapkan strategi penanganan darurat maupun permanen menggunakan standar teknis Kementerian PUPR:
Editor Redaksi MakianoPost
Sebagai langkah preventif dan tindak lanjut pasca-inspeksi, BPJN Maluku Utara telah menyiapkan strategi penanganan darurat maupun permanen menggunakan standar teknis Kementerian PUPR:
- Pengujian Non-Destruktif (NDT): Tim teknis akan menggunakan alat uji Non-Destructive Test guna mengukur sisa kekuatan baja atau beton jembatan yang telah keropos secara akurat tanpa merusak sasis lebih lanjut.
- Rehabilitasi dan Rekonstruksi: BPJN mengagendakan perbaikan permanen dengan mengganti elemen struktur bentang jembatan yang rusak parah.
- Pengecoran Ulang: Area pelat lantai jembatan yang bolong akan segera dicor kembali untuk mengembalikan fungsi optimal landasan jalan.
Editor Redaksi MakianoPost