TIDORE – Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kota Tidore Kepulauan yang menelan anggaran fantastis senilai Rp12.829.554.734 dipastikan melewati tenggat waktu kontrak. Hingga masa akhir kontrak berakhir, proyek yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 ini terpantau belum rampung. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pekerja masih sibuk melakukan aktivitas pengerjaan bekesting pada dinding luar bangunan. Tak hanya itu, tumpukan material berupa pasir dan kayu juga masih terlihat menggunung di area depan dan samping bangunan, menandakan pengerjaan fisik masih jauh dari kata selesai.
Perwakilan pihak pelaksana dari CV. Ayamor Sejahtera Abadi, Afjar, mengakui adanya keterlambatan tersebut. Namun, ia mengklaim bahwa progres pembangunan saat ini sudah mencapai angka yang signifikan.
“Secara fisik, progres pekerjaan keseluruhan sudah mencapai 80 persen. Kami menargetkan seluruh pembangunan akan selesai sepenuhnya pada akhir Januari 2026,” ujar Afjar saat dikonfirmasi oleh awak media Berita Baru.Co.
Terkait keterlambatan ini, Afjar menyatakan bahwa pihak kontraktor siap bertanggung jawab dan menerima konsekuensi sesuai aturan yang berlaku, termasuk penerapan denda keterlambatan.
“Dendanya pasti ada, nanti dari dinas terkait yang melakukan pengajuan. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini sesuai kesepakatan,” tegasnya.
Diketahui, proyek yang seharusnya selesai dalam masa waktu 180 hari kalender ini mengalami kendala teknis sejak awal. Keterlambatan tersebut dipicu oleh molornya penyerahan dokumen lelang oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kondisi tersebut berimbas pada pihak rekanan yang kehilangan waktu efektif bekerja hingga lebih dari 50 hari kerja.
Masyarakat kini berharap proyek strategis di bidang kesehatan ini dapat segera tuntas di awal tahun 2026 agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga Kota Tidore.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan belum memberikan keterangan dan keterangan resmi dan sedang dalam Upaya konfirmasi awak media.
Editor : Redaksi MakianoPost