HALMAHERA TENGAH – Irama denting palu dan gesekan seng di pelosok Kecamatan Weda Timur menjadi simfoni perubahan bagi warga kurang mampu. Rumah-rumah yang dulunya renta dan bocor saat hujan, kini bersolek dengan dinding kokoh, atap baru, serta lantai keramik putih yang bersih. Perubahan nyata ini lahir dari program rehabilitasi rumah layak huni yang bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda. Sepanjang tahun 2025, sedikitnya 20 unit rumah di berbagai desa di Weda Timur telah rampung diperbaiki, mengembalikan martabat dan rasa aman bagi para penghuninya.
"Hunian layak adalah fondasi kesejahteraan. Dari rumah yang kokoh, tumbuh semangat belajar bagi anak-anak dan ketenangan beribadah bagi keluarga," ujar Munadi saat meninjau langsung hasil pekerjaan di lapangan.
Tangis Haru di Desa Messa
Kehadiran program ini memicu suasana emosional. Di Desa Messa, seorang nenek tak mampu membendung air mata saat mengusap lantai keramik barunya. Baginya, bantuan ini adalah mukjizat yang menghapus kecemasannya setiap kali angin kencang berembus.
“Munadi, saya rasa syukur pada kamu. Kamu bikin hati saya senang. Sekarang kalau orang datang bertamu, saya tidak merasa susah lagi. Saya bersyukur sekali,” tuturnya dalam bahasa lokal yang kental dengan ketulusan.
Konsistensi Membela Rakyat Kecil
Munadi, yang memiliki latar belakang sebagai aktivis lingkungan, dikenal bukan sebagai politisi "di balik meja". Ia kerap turun ke lapangan untuk memastikan setiap rupiah dana aspirasi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.*
Tak hanya soal fisik bangunan, keberpihakan politisi Partai NasDem ini juga teruji dalam isu-isu agraria dan hak asasi. Ia pasang badan saat 14 warga Sagea Kiya berhadapan dengan hukum akibat aksi demonstrasi terhadap PT MAI (Mining Abadi Indonesia).
"Saya minta proses pemanggilan warga dihentikan. Jika ada warga yang dijadikan tersangka, saya adalah orang pertama yang akan melawan kriminalisasi tersebut," tegasnya, menunjukkan komitmennya bahwa keadilan tak boleh menjadi barang mewah bagi warga kecil.
Politik yang Berjalan dengan Empati
Langkah nyata Munadi di Weda Timur hingga ke desa-desa lain di Halmahera Tengah telah meningkatkan elektabilitasnya secara alami. Bagi warga, ia bukan sekadar pejabat legislatif, melainkan representasi harapan.
Program perbaikan rumah ini membuktikan bahwa politik, jika dikelola dengan empati, mampu menghadirkan kebahagiaan tulus di balik pintu-pintu rumah sederhana. Di sana, di antara dinding yang baru dicat, harapan masyarakat Halmahera Tengah kembali menemukan tempat untuk tumbu
Editor Redaksi MakianoPost