
HALMAHERA UTARA – Kemarahan masyarakat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kao,Kao Teluk, dan Malifut, terhadap pelayanan PLN UP3 Tobelo memuncak. Pemadaman listrik yang terjadi secara tidak beraturan selama berminggu-minggu telah menimbulkan kerugian materiil yang signifikan bagi warga setempat.
Kondisi ini memicu keresahan luas, terutama bagi pelaku usaha mikro dan rumah tangga yang bergantung sepenuhnya pada pasokan listrik. Barang elektronik yang rusak hingga terhentinya aktivitas ekonomi menjadi keluhan utama warga di wilayah tersebut.
Alan Ilyas, salah seorang warga Kecamatan Kao Teluk, menyampaikan kekecewaannya atas lambatnya penanganan dari pihak PLN. Ia menegaskan bahwa masyarakat sudah kehilangan kesabaran karena tidak adanya kejelasan mengenai kapan pelayanan akan kembali normal.
"Pemadaman ini sudah berlangsung berminggu-minggu dan sangat merugikan kami secara materiil. Jika hal ini tidak segera mendapat langkah tegas dari Pemerintah Daerah dan pihak PLN UP3 Tobelo tidak secepatnya melakukan perbaikan, maka warga bakal mengambil langkah tegas," ujar Alan dengan nada geram.
Warga menilai, koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan PLN terkesan lamban dalam merespons krisis energi di wilayah lingkar tambang dan sekitarnya tersebut. Mereka mendesak agar ada transparansi mengenai penyebab kerusakan dan estimasi waktu perbaikan yang pasti.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respons nyata dari pihak PLN UP3 Tobelo. Jika situasi tidak berubah dalam waktu dekat, ancaman aksi massa atau langkah protes lainnya diprediksi akan terjadi sebagai bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat di tiga kecamatan tersebut.
Editor Redaksi MakianoPost
Alan Ilyas, salah seorang warga Kecamatan Kao Teluk, menyampaikan kekecewaannya atas lambatnya penanganan dari pihak PLN. Ia menegaskan bahwa masyarakat sudah kehilangan kesabaran karena tidak adanya kejelasan mengenai kapan pelayanan akan kembali normal.
"Pemadaman ini sudah berlangsung berminggu-minggu dan sangat merugikan kami secara materiil. Jika hal ini tidak segera mendapat langkah tegas dari Pemerintah Daerah dan pihak PLN UP3 Tobelo tidak secepatnya melakukan perbaikan, maka warga bakal mengambil langkah tegas," ujar Alan dengan nada geram.
Warga menilai, koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan PLN terkesan lamban dalam merespons krisis energi di wilayah lingkar tambang dan sekitarnya tersebut. Mereka mendesak agar ada transparansi mengenai penyebab kerusakan dan estimasi waktu perbaikan yang pasti.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respons nyata dari pihak PLN UP3 Tobelo. Jika situasi tidak berubah dalam waktu dekat, ancaman aksi massa atau langkah protes lainnya diprediksi akan terjadi sebagai bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat di tiga kecamatan tersebut.
Editor Redaksi MakianoPost