HALMAHERA TENGAH – Pengelolaan anggaran kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Patani Timur menuai sorotan tajam. Anggota Paskibraka bersama warga setempat mendesak Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, untuk segera mengevaluasi kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Halmahera Tengah serta Camat Patani Timur, Iswan Hj Badar. Camat Patani Timur dinilai tidak kompeten dan tidak transparan dalam mengelola anggaran kegiatan tersebut. Alokasi dana yang seharusnya mencakup honorarium dan konsumsi seluruh anggota Paskibraka diduga tidak disalurkan secara layak.
Para anggota Paskibraka mengeluhkan sistem pembayaran honorarium yang dilakukan secara dicicil serta pembatasan konsumsi selama masa latihan fisik yang berat.
- Honorarium Dicicil: Anggota mengaku baru menerima Rp200.000, dengan janji menyusul Rp300.000 berikutnya.
- Konsumsi Minim: Kebutuhan makan dan minum selama latihan sangat dibatasi. Anggota bahkan sempat hanya diberikan air mineral gelas.
- Aksi Mogok: Minimnya pemenuhan kebutuhan dasar ini memicu anggota Paskibraka melakukan aksi mogok latihan beberapa kali.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara belum memberikan rincian anggaran secara terbuka kepada publik maupun para anggota. Atas kondisi tersebut, warga dan anggota Paskibraka menyampaikan empat tuntutan utama:
- Transparansi Anggaran: Membuka rincian alokasi dana secara terbuka kepada publik dan anggota.
- Pelunasan Honor: Segera melunasi seluruh sisa honorarium anggota tanpa skema cicilan.
- Klarifikasi Resmi: Memberikan penjelasan resmi terkait pengelolaan anggaran yang sedang berjalan.
Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan, awak media masih terus berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak Kesbangpol Halmahera Tengah dan Camat Patani Timur terkait tudingan tersebut.
Editor Redaksi MakianoPost